Hydroplus Sirnas A Jabar 2026 Resmi Berakhir, Jaya Raya Jakarta dan Djarum Kudus Dominasi 11 dari 15 Nomor

Hydroplus Sirnas A Jabar 2026 Resmi Berakhir, Jaya Raya Jakarta dan Djarum Kudus Dominasi 11 dari 15 Nomor

BANDUNG — Sebanyak 15 nomor tuntas dipertandingkan dalam Hydroplus Sirnas A Jawa Barat 2026. Jaya Raya Jakarta mengunci posisi puncak lewat enam gelar juara, disusul Djarum Kudus dengan lima gelar. Dua klub lain melengkapi daftar juara: Exist Badminton Club meraih dua nomor, sedangkan Mutiara Cardinal dan Bayu Kencana masing-masing satu nomor.

Persaingan berlangsung ketat hingga partai final di berbagai kelompok usia. Sebanyak 1.096 atlet dari sejumlah klub di Tanah Air ambil bagian dalam rangkaian pertandingan yang digelar 28 September hingga 3 Oktober 2026 tersebut.

Siapa Saja yang Naik Podium di 15 Nomor?

Dari daftar juara, nama-nama atlet Djarum Kudus tampil dominan di sektor tunggal. Farel Fadhilah Ukasyah menang di Tunggal Remaja Putra, Calvin Kennedy Chendrawinata di Tunggal Taruna Putra, Hani Miftasari di Tunggal Taruna Putri, dan Ruzana di Tunggal Dewasa Putri.

Jaya Raya Jakarta menguasai sektor ganda. Akmal Nurrahman/Revand Harianto juara Ganda Taruna Putra, Muhammad Zilazik Artando Zakaria/Afizzah Rahmadhani di Ganda Taruna Campuran, Aleyda Dwidyna Putri/Quinsa Juanita Putri di Ganda Remaja Putri, serta dua nomor dewasa: Hafiz Faisal/Kenas Adi Haryanto (Ganda Dewasa Putra) dan Jania Novalita Situmorang/Pitha Haningtyas Mentari (Ganda Dewasa Putri).

Exist Badminton Club menyumbang dua gelar melalui Zaira Octavia Armi (Tunggal Remaja Putri) dan pasangan Raynanda Laksmana/Malika Nur Aqilah (Ganda Remaja Campuran). Mutiara Cardinal Bandung juara lewat Elvira Putri Dwi Aprillian/Salma Anggita Wiworang di Ganda Taruna Putri, sedangkan Bayu Kencana menutup daftar melalui Erwin Rendana Purnomo/Elok Machsunnah di Ganda Dewasa Campuran.

Format 15 Poin Tiga Gim Jadi Bahan Evaluasi

Ketua Panitia Hydroplus Sirnas A Jawa Barat 2026, Bariza Sulfi, menyatakan seluruh rangkaian pertandingan selesai sesuai rencana. Ia menyebut penerapan sistem 15 poin tiga gim (15×3) tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian pertandingan dapat kami selesaikan dengan baik. Kami mengapresiasi seluruh atlet, pelatih, klub, perangkat pertandingan, sponsor, relawan, dan semua pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Sirnas A Jawa Barat 2026," kata Bariza, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Bariza, format baru menuntut atlet beradaptasi lebih cepat dan menjaga fokus di setiap poin. "Ini menjadi pengalaman penting bagi atlet maupun pelatih untuk melakukan evaluasi ke depan," ujarnya.

Wakil Ketua Panitia, Gianto Hartono, menambahkan perangkat teknis, tenaga medis, dan keamanan telah disiapkan sejak awal. "Secara umum penyelenggaraan berjalan lancar. Tentunya masih ada hal-hal yang menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya, tetapi kami bersyukur seluruh rangkaian pertandingan dapat diselesaikan dengan baik," ujarnya.

PBSI Jabar: Sirnas Rawat Tradisi Pembinaan, Bukan Sekadar Gelar

Ketua Pengprov PBSI Jawa Barat, Akhmad Wiyagus, menilai nilai Sirnas tidak berhenti pada siapa yang menjadi juara. Menurutnya, ajang ini menjaga tradisi pembinaan dan tradisi juara yang sudah lama menjadi bagian dari Jawa Barat.

"Yang kita rawat melalui Sirnas bukan hanya kompetisinya, tetapi juga tradisi pembinaan dan tradisi juara yang sudah lama menjadi bagian dari Jawa Barat," ungkapnya.

Wiyagus berharap ajang ini mendorong lebih banyak atlet Jawa Barat naik ke level nasional dan internasional. "Kami berharap dari ajang seperti ini semakin banyak atlet Jawa Barat yang mampu naik ke level nasional dan internasional," harapnya.

Jawa Barat memiliki sejarah panjang melahirkan atlet bulutangkis berprestasi. Lewat Sirnas, atlet daerah mendapat kesempatan berhadapan langsung dengan pemain dari berbagai wilayah Indonesia sekaligus menopang ekosistem bulutangkis di provinsi ini.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index