SUKABUMI — Deden merinci fasilitas yang terdampak selain 10 ruang kelas, yakni dua laboratorium, musala, sanggar, WC, ruang OSIS, dan UKS. Kerusakan disebut hanya terjadi pada bagian atap, sementara struktur bangunan tidak dilaporkan mengalami kerusakan.
"Yang parah itu di lab ya kemarin, kemudian di musala juga ada sampai 75 persen," kata Deden, Kamis (1/10/2026).
Deden menegaskan bahwa kerusakan yang ditemukan sejauh ini terbatas pada atap bangunan. "Kerusakannya atapnya bukan strukturnya," ujarnya.
Mengapa SMPN 2 Cicurug Masih Terapkan PJJ pada Kamis
Puing dan material bangunan yang berserakan di lingkungan sekolah menjadi alasan utama penerapan PJJ sehari setelah kejadian. Pembersihan kawasan sekolah masih berlangsung hingga Kamis.
Menurut Deden, proses pembelajaran di SMPN 2 Cicurug pada prinsipnya tidak terganggu. PJJ hanya diberlakukan sementara selama pembersihan berjalan.
"Pada prinsipnya sekolah ini untuk proses pembelajaran tidak terganggu. Cuma hari ini aja kita masih PJJ," kata Deden.
Apa Dampak Hujan Angin terhadap Fasilitas Sekolah Lain
Selain 10 ruang kelas, dua laboratorium dan musala menjadi bagian yang paling terdampak. Sanggar, WC, ruang OSIS, dan UKS juga mengalami kerusakan pada bagian atap.
Lapangan SMPN 2 Cicurug terlihat dipenuhi daun dan batang pohon akibat hujan disertai angin yang melanda kawasan tersebut. Kondisi ini memperkuat alasan sekolah menunda kegiatan belajar tatap muka.
Langkah Selanjutnya Setelah Kerusakan Atap
Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi belum merinci jadwal perbaikan maupun perkiraan kebutuhan anggaran untuk pemulihan fasilitas yang rusak. Pembersihan material bangunan menjadi prioritas sebelum kegiatan belajar kembali normal.
Sejauh ini tidak ada laporan mengenai kerusakan struktur bangunan SMPN 2 Cicurug. Pihak sekolah dan Disdik Kabupaten Sukabumi masih mendata total fasilitas yang membutuhkan perbaikan atap.