Sekda Jabar Herman Suryatman Sebut Rebana Metropolitan Kunci Pertumbuhan Baru Jawa Barat

Sekda Jabar Herman Suryatman Sebut Rebana Metropolitan Kunci Pertumbuhan Baru Jawa Barat

JAKARTA — Kawasan Rebana Metropolitan dinilai masih menyimpan ruang pertumbuhan ekonomi yang luas, berbeda dari wilayah metropolitan yang sudah menghadapi keterbatasan lahan. Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman menyebut posisi strategis itu membuat Rebana layak menjadi motor pertumbuhan baru Jawa Barat. Ia berbicara dalam pertemuan JCC Meeting terkait kerja sama dengan JICA.

Rebana memiliki sejumlah modal utama: kawasan industri, infrastruktur transportasi, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, pelabuhan, sektor pertanian, pariwisata, hingga potensi investasi yang besar. Kombinasi itu dinilai menjadi fondasi untuk memperkuat kontribusi Jawa Barat terhadap target Indonesia Emas 2045.

Masterplan Jangan Berhenti di Atas Kertas

Herman menekankan masterplan pengembangan Rebana yang disusun bersama JICA tidak boleh berhenti sebagai dokumen perencanaan. Menurutnya, rancangan itu harus diterjemahkan menjadi program konkret di lapangan.

"Masterplan jangan hanya bagus di atas kertas. Kita perlu membedahnya bersama, memberikan feedback, memastikan cocok dengan kondisi di lapangan, kemudian kita eksekusi bersama," ujar Herman.

Tujuh kabupaten/kota di kawasan Rebana disebut memiliki peran utama menentukan keberhasilan pengembangan. Pemerintah provinsi dan pusat, kata Herman, berfungsi memperkuat dukungan, fasilitasi, serta sinkronisasi kebijakan.

Ia meminta pemerintah daerah di kawasan Rebana aktif memberi masukan terhadap rancangan pengembangan yang tengah disiapkan. Dokumen tersebut dinilai masih punya ruang untuk disempurnakan menjadi konsep bersama yang mencerminkan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.

"Ini bukan hanya menyangkut kepentingan pemerintah hari ini, tetapi menyangkut nasib anak cucu kita. Kalau lima tahun ke depan kita salah langkah, dampaknya panjang. Kalau tepat, kita bisa membangun fondasi yang kuat untuk masa depan," tutur Herman.

Empat Komponen Pertumbuhan Ekonomi yang Harus Dijaga

Herman mengingatkan strategi pembangunan Rebana harus menjaga empat komponen utama pertumbuhan ekonomi: belanja pemerintah, konsumsi masyarakat, investasi, dan ekspor. Belanja pemerintah di kawasan Rebana perlu diarahkan mempercepat pembangunan infrastruktur dan menciptakan efek berganda bagi ekonomi lokal.

Daya beli masyarakat juga harus dijaga melalui pengendalian inflasi dan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok. "Kalau inflasi terkendali, daya beli masyarakat terjaga. Kalau daya beli terjaga, konsumsi masyarakat bisa bertumbuh. Ini penting karena konsumsi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian," jelasnya.

Di sisi investasi, sejumlah kawasan industri di Rebana telah menunjukkan perkembangan signifikan. Herman berharap peningkatan investasi terus dikawal agar menciptakan lapangan kerja dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Rebana Harus Inklusif, Bukan Ciptakan Kesenjangan

Pertumbuhan ekonomi Rebana dinilai harus berjalan beriringan dengan penurunan kemiskinan dan pengangguran. Herman mengingatkan kawasan yang tumbuh menjadi pusat industri jangan justru menciptakan kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga sekitar.

"Rebana harus inklusif. Pertumbuhan ekonominya harus diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran. Jangan sampai terjadi pertumbuhan ekonomi, tetapi masyarakat di sekitar kawasan industri tidak ikut menikmati manfaatnya," katanya.

Sejumlah pekerjaan rumah juga disorot, mulai dari pengelolaan sampah, kualitas infrastruktur, konektivitas antardaerah, hingga optimalisasi BIJB Kertajati. Bandara tersebut disebut menjadi simpul penting dalam ekosistem Rebana, termasuk untuk mendukung aktivitas industri seperti sektor Maintenance, Repair and Overhaul (MRO).

"Bandara dan pelabuhan sudah tersedia. Infrastruktur mulai terbangun. Tinggal bagaimana seluruh simpul ini kita integrasikan sehingga benar-benar menjadi ekosistem ekonomi yang produktif," ujarnya.

Herman juga mendorong peningkatan kualitas infrastruktur daerah, khususnya akses menuju kawasan industri dan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index