Kopdes Merah Putih di Bandung Bisa Pesan BerasKita Medium ke Bulog Tanpa Kuota

Kopdes Merah Putih di Bandung Bisa Pesan BerasKita Medium ke Bulog Tanpa Kuota

INSTANEWS.CO.ID — Perum Bulog memastikan siap memasok BerasKita Medium ke jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tanpa mengenakan batas kuota pemesanan. Kebijakan ini menjadi bagian dari dukungan Bulog terhadap program strategis pemerintah yang menyasar keterjangkauan pangan di berbagai wilayah.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan pihaknya tidak akan membatasi jumlah pasokan beras yang diminta jaringan KDKMP. Pernyataan itu disampaikan usai rapat koordinasi di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2026).

Rizal menegaskan, permintaan berapa pun dari jaringan Kopdes akan dipenuhi. Menurut dia, arahan itu datang langsung dari Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN, Dony Oskaria, sebagai bentuk dukungan atas program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

"Kami siapkan sebanyak yang diminta. Jadi kami tidak batasi," tegas Rizal saat ditemui di kantor Kemenko Pangan.

Aturan Pemesanan Lewat Aplikasi SPHP

Meski tanpa batas kuota untuk KDKMP, Bulog tetap mematuhi aturan Bapanas bagi pengecer yang dibatasi maksimal 2 ton per pemesanan. Untuk jaringan Kopdes, pemesanan dilakukan melalui Agrinas Pangan menggunakan aplikasi SPHP.

"Kalau KDKMP nanti yang pesan Agrinas Pangan, seberapa yang dipesan oleh Agrinas Pangan, itu yang akan kami kirim, dan pemesanannya menggunakan aplikasi SPHP," jelas Rizal.

Adapun jenis beras yang dialokasikan ke jaringan Kopdes Merah Putih adalah kualitas medium. Rizal menyebut hal ini karena produk tersebut tergolong sebagai barang subsidi pemerintah.

100 Titik Kopdes Jadi Percontohan

Pemerintah menargetkan minimal 100 titik KDKMP menerima pasokan beras Bulog sebagai proyek percontohan sebelum 20 Oktober. Keputusan itu diambil dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Pangan.

"Alhamdulillah tadi sudah diputuskan oleh Pak Menko, dipimpin oleh Pak Menko, dalam waktu dekat ini, sebelum tanggal 20 Oktober, harus minimal ada 100 KDKMP yang bisa dijadikan pilot project," terang Rizal.

Bulog akan segera berkoordinasi dengan Kemenko Pangan untuk menentukan lokasi titik-titik KDKMP yang masuk percontohan. Jika memungkinkan, jumlahnya bisa lebih dari 100 titik.

"Bahkan kalau menurut kami kalau bisa lebih dari 100, lebih banyak lebih bagus," ujarnya.

Dampak bagi Warga Desa

Pasokan tanpa kuota ini membuka peluang bagi warga desa mendapatkan beras medium dengan harga lebih terjangkau melalui koperasi setempat. Selama ini, akses pangan murah di wilayah pedesaan kerap terkendala distribusi dan keterbatasan stok di pengecer.

Dengan skema pemesanan lewat Agrinas Pangan, alur distribusi beras dari Bulog ke KDKMP menjadi lebih terukur. Koperasi desa berperan sebagai ujung tombak penyaluran ke masyarakat.

Program Kopdes Merah Putih sendiri merupakan salah satu inisiatif prioritas pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus menjaga stabilitas harga pangan pokok.

Keberhasilan uji coba di 100 titik pertama akan menentukan seberapa luas jaringan KDKMP yang bisa dilayani Bulog ke depan. Jika berjalan lancar, pasokan beras medium ini berpotensi menjangkau ribuan desa di seluruh Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index