JAWA BARAT — Menjelang puncak perayaan kemerdekaan, PLN UID Suluttenggo tidak hanya mengandalkan pasokan listrik normal. Perusahaan menyiapkan lapis pengaman berlapis, mulai dari posko siaga di 58 titik hingga peralatan cadangan yang tersebar di lokasi-lokasi strategis. Jumlah personel yang dikerahkan setara dengan kekuatan satu batalyon infanteri, siap bergerak cepat jika terjadi gangguan di jaringan.
Cadangan Daya 174 MW, Beban Puncak Diprediksi 783 MW
Data terakhir yang dirilis PLN menunjukkan sistem kelistrikan Suluttenggo disokong tiga sistem utama dengan total Daya Mampu Pasok (DMP) 991,36 Megawatt (MW). Adapun beban puncak normal tercatat 817,5 MW, sehingga ruang cadangan daya yang tersedia cukup lebar.
Pada 17 Agustus nanti, PLN memproyeksikan beban puncak justru turun ke kisaran 783,33 MW atau sekitar 77 persen dari total kemampuan pasok. Artinya, ada kelebihan daya sekitar 174 MW yang bisa digunakan sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan pemakaian atau gangguan pembangkit.
“Seluruh sistem kelistrikan utama dalam kondisi aman dengan cadangan daya yang memadai. Kami siap mengawal terang kemerdekaan Indonesia,” ujar General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, dalam keterangan resminya.
Ribuan Personel dan Armada Berat Disiagakan
Dari total 2.199 personel siaga, rinciannya adalah 419 pegawai tetap PLN dan 1.781 tenaga alih daya serta mitra kerja. Mereka akan berjaga di 50 Posko Siaga Distribusi, 7 Posko PLN Nusa Daya, dan 1 Posko PLN Icon Plus.
Dukungan peralatan yang disiapkan terbilang lengkap. PLN mengerahkan 58 genset mobile, 2 unit UPS, 29 unit gardu bergerak, 5 unit kabel bergerak, serta 2 unit kabel dan kubikel bergerak. Armada berat juga disiagakan, termasuk 30 mobil crane—4 unit milik PLN dan 26 unit dari mitra—plus 141 mobil operasional dan 196 sepeda motor untuk mobilitas petugas di lapangan.
Fokus pengamanan diarahkan ke 62 lokasi prioritas yang menjadi pusat kegiatan kemerdekaan. Rinciannya, 35 lapangan upacara utama, 24 lokasi resepsi atau acara kemerdekaan, dan 3 Taman Makam Pahlawan (TMP).
SPKLU Siap Layani Pemudik Listrik di Jalur Trans Sulawesi
PLN juga mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur panjang kemerdekaan, terutama pengguna kendaraan listrik. Sebanyak 43 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalan Trans Sulawesi dipastikan dalam kondisi prima dan siap melayani pengisian daya.
Kehadiran SPKLU ini menjadi perhatian khusus karena arus pergerakan masyarakat menuju kampung halaman biasanya meningkat signifikan pada momen libur nasional. Dengan kesiapan infrastruktur pengisian, pemudik pengguna mobil listrik tidak perlu khawatir kehabisan baterai di tengah perjalanan.
Usman menambahkan, seluruh persiapan ini dilakukan agar masyarakat dapat merayakan HUT RI ke-81 dengan khidmat. “Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar pasokan listrik senantiasa aman dan andal,” tutupnya.