KABUPATEN TANGERANG — Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka kegiatan Forum Anak Pelopor Sadar Hukum angkatan II yang diikuti 50 peserta di Perpustakaan Daerah, Jumat (14/8/2026). Dalam sambutannya, Intan menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga pelajar agar edukasi hukum tidak hanya berhenti di ruang terbatas.
Ke depan, Forum Anak didorong untuk bekerja sama dengan Forum OSIS. Tujuannya, edukasi mengenai kesadaran hukum, perlindungan anak, dan paham radikalisme dapat menjangkau lebih banyak pelajar di Kabupaten Tangerang.
Sadar Hukum Bukan Sekadar Tahu Aturan
Intan menegaskan bahwa sadar hukum bukan hanya soal mengetahui peraturan, tetapi mampu mengimplementasikannya dalam sikap dan tutur kata, baik lisan maupun tulisan, serta perilaku sehari-hari.
"Kesadaran hukum bukan hanya mengetahui peraturan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti menghormati hak orang lain, menaati tata tertib, menggunakan media sosial secara bijak, menolak perundungan dan kekerasan, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba," tegasnya.
Sosialisasi sejak dini dinilai penting agar anak-anak mampu menjaga diri dan lebih bijak dalam menyaring informasi maupun pengaruh dari lingkungan dan media sosial seiring perkembangan zaman.
Siswa Diminta Berani Melapor Jika Melihat Perundungan
Wabup berharap Forum Anak dan seluruh mitra jaringannya mampu menjadi contoh dan agen perubahan, baik sebagai pelopor maupun pelapor. Mereka diminta berani berbicara serta melaporkan apabila menemukan tindakan perundungan atau persoalan yang membutuhkan bantuan.
"Kalau melihat temannya mendapatkan perundungan, beranilah untuk melapor. Bullying jangan dianggap remeh, karena dampaknya bisa membekas lama. Bantu teman-teman kalian membutuhkan pertolongan," ujarnya.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tangerang ini menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang.
Intan juga mengingatkan agar materi yang diperoleh dalam kegiatan angkatan kedua ini tidak berhenti sebagai pengetahuan. "Seluruh materi yang diperoleh dalam kegiatan Angkatan 2 ini, jangan berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada teman-teman di lingkungan masing-masing," pungkasnya.