BANDUNG — Penyidik Satreskrim Polrestabes Bandung telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku pembakaran bendera Merah Putih di Gang Moch Fatah, Maleber, Andir. Rekaman CCTV menjadi barang bukti kunci yang memperlihatkan seorang pria berjaket hoodie menyulut bendera menggunakan korek gas.
Kasat Reskrim Polrestabes Bandung, AKBP Anton, membenarkan bahwa penyelidikan masih berjalan. Pihaknya memastikan rangkaian peristiwa sebelum akhirnya menetapkan tersangka.
"Terkait adanya kejadian kemarin ya, ada diduga pembakaran bendera ya pada dini hari, saat ini sudah dilakukan penyelidikan," kata Anton, Rabu (5/8/2026).
Indikasi Pelaku Beraksi di Dua Tempat
Polisi menemukan kemiripan modus antara pembakaran di Maleber dengan kejadian serupa di wilayah hukum Polsek Astana Anyar. Namun, belum ada kepastian apakah kedua aksi tersebut dilakukan oleh orang yang sama.
"Ya memang ada indikasi kemiripan dengan ada di satu TKP lainnya juga ya, di wilayah Polsek Astana Anyar juga ya yang ada kemiripan. Tapi kami lagi pastikan apakah memang sama pelakunya atau belum," ujarnya.
Pendalaman ini penting untuk memetakan pola pergerakan pelaku. Jika terbukti satu orang, maka penanganan kasus bisa digabung.
Siapa Saja Saksi yang Sudah Dimintai Keterangan?
Penyidik tidak hanya memeriksa pemilik rumah tempat bendera dipasang. Polisi juga meminta keterangan warga yang diduga mengetahui arah kaburnya pelaku setelah aksi pembakaran terjadi.
"Ya, ada beberapa saksi yang sudah kami mintai keterangan. Yang pertama dari pemilik tempat, ya kemudian saksi yang mengetahui kejadian, dan ada saksi juga yang kami anggap ada kaitan dengan pelaku, ya yang melihat dan mengetahui pelaku perginya atau mungkin ke arah mana," jelas Anton.
Keterangan para saksi itu akan digabungkan dengan hasil analisis rekaman CCTV untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Aksi Berlangsung Cepat dan Terekam Kamera
Dalam rekaman yang beredar, pria berhoodie itu tampak datang sendirian. Ia sempat memperhatikan situasi sekitar sebelum mendekati rumah warga dan menyulut bendera yang terpasang di depan pagar.
Aksi tersebut berlangsung singkat. Namun, jejak digitalnya kuat karena video pengawasan langsung menyebar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk segera melapor. Identitas pelaku masih menjadi target utama penyelidikan hingga saat ini.